SAMPIT – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Agus Mulyadi menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi banjir di sejumlah desa di Kotim.
“Karena memang pada musim peralihan ini biasanya cuaca sulit ditebak, saat hujan lebat seperti beberapa waktu lalu akan ada beberapa desa di wilayah Kotim terendam banjir. Namun ketika hujan reda dan tidak turun dalam beberapa hari, maka banjir akan segera surut. Maka dari itu kita terus melakukan pemantauan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam antisipasi banjir bagi masyarakat,”ujarnya, Rabu 19 Juni 2024.
Lanjutnya, untuk saat ini belum ada laporan desa yang terendam banjir kembali. Namun untuk banjir periode bulan lalu yaitu bulan Mei, pemerintah sudah menyalurkan semua bantuan kepada setiap desa terdampak. Dan yang terakhir adalah desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi.
“Kita berupaya meringankan para korban dengan menyalurkan sembako bagi mereka. Mudah-mudahan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka selama terkena musibah,”kata Bupati Kotim Halikinnor.
Desa Hanjalipan sendiri jelasnya, sudah kerap kali diterpa banjir. Hal itu dikarenakan kondisi wilayah yang merupakan dataran rendah, menjadikan wilayah tersebut menjadi wadah langganan banjir tiap tahun. Beruntungya, warga di daerah tersebut sudah terbiasa sehingga mereka sudah mempersiapkan diri.
“Banjir ini memang tidak kita inginkan. Tetapi karena memang wilayah kita dararan rendah, jadi air itu turun ke bawah. Sehingga banjir tidak bisa dihindari,” bebernya.
Pemkab Kotim sendiri akan terus berupaya untuk memasok bantuan kepada para korban banjir di daerah ini. Baik itu bantuan bahan makanan maupun obat-obatan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post