SAMPIT – Kepala Badan Pusat Statistik (PBS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Eddy Surahman menyebut pada April 2024 lalu, Sampit menjadi daerah dengan angka inflasi year on year (y-on-y) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2,99 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,73, ” katanya, Senin 20 Mei 2024.
Sementara untuk inflasi tertinggi terjadi di Sampit yaitu sebesar 3,21 persen dengan IHK 106,12. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 2,87 persen dengan IHK sebesar 107,90.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,”ujarnya.
Lanjutnya, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 5,92 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,28 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,75 persen.
Selain itu juga kelompok kesehatan 1,08 persen, kelompok transportasi 1,86 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 2,44 persen, kelompok pendidikan 2,40 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran 2,15 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,96 persen.
Tingginya inflasi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Harus melakukan berbagai upaya agar dapat menekan angka inflasi itu. Dalam hal ini perlunya kolaborasi semua pihak.
“Pasar murah, kemudian memastikan ketersediaan bahan pangan yang menjadi penyumbang inflasi aman,” imbuhnya.
(dev/matakalteng).





















Discussion about this post