SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit telah memantau lokasi banjir yang terjadi di Jalan Antang Barat atau Sempurna Barat serta lokasi lepasnya ikan lele dari tambak warga sekitar untuk meninjau potensi kemunculan satwa liar.
“Kalau dilihat dari lokasinya, akses buaya untuk masuk atau keluar dari lokasi banjir tidak ada, dan ular juga tidak ada. Karena biasanya ular sanca biasanya mengincar ternak seperti ayam dan itik di dalam kandang,”ujar Kepala BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Jumat 3 Mei 2024.
Lanjutnya, terlebih lokasi banjir di Sempurna Barat banyak terdapat permukiman warga dan warganya sangat banyak. Sehingga biasanya satwa liar menjauh ketika ada kerumunan orang.
“Meski potensi kemunculan satwa liar kecil namun warga tetap harus waspada, terutama yang memiliki ternak agar sering memantau ternak di dalam kandang, karena bisa saja ular sanca bersembunyi di dalam kandang,”ungkapnya.
Diketahui, saat terjadi banjir dalam di Jalan Sempurna Barat terdapat tambak ikan warga yang meluber hingga ikan berhamburan ke sungai dan jalan. Akibatnya banyak ikan yang akhirnya mati dan menjadi bangkai, namun tidak sedikit juga ikan tetap hidup di parit sekitar dan menjadi incaran warga untuk dipancing.
Tambahnya, pada saat banjir akibat luapan sungai dapat menyebabkan banyak hewan liar pergi mencari tempat aman. Bagi rumah warga yang jauh dari sungai mungkin bisa aman dari kehadiran buaya, namun masih ada hewan liar lainnya yang bisa saja muncul seperi kalajengking, ular kobra dan king kobra.
“Sementara yang berada dekat dengan sungai agar lebih waspada. Apalagi pada Sungai Mentawa, kerap muncul buaya dalam beberapa bulan terakhir. Seperti saat proses evakuasi dua warga lanjut usia (Lansia) yang terjebak banjir di Desa Eka Bahurui, akibat air yang dalam dan sempat muncul buaya sepanjang 2,5 meter,” bebernya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post