SAMPIT – Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Punding menyebutkan, masih ada daerah susah sinyal di daerah setempat. Lebih parahnya, wilayah yang susah sinyal itu berada di dekat dengan ibu kota Kabupaten setempat.
“Seperti beberapa desa di Kecamatan Seranau dan Kotabesi. Desa bukan termasuk yang blank spot, hanya saja memang cukup sulit mendapatkan sinyal di wilayah itu,” katanya, Senin, 18 Maret 2024.
Kecamatan Seranau terletak di seberang Sungai Mentaya. Untuk menuju Kota Sampit, tidak sampai memakan waktu tiga puluh menit. Begitu juga dengan Kecamatan Kotabesi yang tidak jauh dari wilayah ibu kota jika dibandingkan kecamatan lainnya.
“Dari batas ujung Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, itu masih susah sinyal. Bukan tidak ada sinyal, tapi sinyalnya agak sulit. Naik ke atas lagi, di seberang pun kalau sudah di daerah trans itu sinyal juga susah,” ujar Punding.
Disampaikannya, salah satu kendala komunikasi di wilayah tersebut menurutnya, yakni sinyal yang lemah. Sementara untuk desa di Kotim yang blank spot atau tidak ada jaringan internet hanya tinggal beberapa desa saja.
“Data terakhir yang saya dapat itu hanya tinggal beberapa desa saja yang blank spot,” sebutnya.
Disebutkannya, desa yang sudah sinyal itu disebabkan beberapa faktor mulai dari menara yang kurang pemancarnya hingga di menara itu kurang perawatannya. Sementara untuk kewenangan yang berkaitan dengan menara itu ada di Kementerian.
Oleh sebab itu, pihaknya terus menggali informasi berkaitan dengan sinyal di tingkat kecamatan itu saat Musrenbang.
“Sebenarnya kita bisa mengusulkan untuk pembangunan itu (tower jaringan), makanya kita berharap juga dukungan kawan-kawan dari desa ini menginformasikan kondisi sinyal di tempat mereka seperti apa, nanti didukung oleh kawan-kawan dari camat setempat, baru nanti kita secara online akan mengusulkan ke Kementerian lewat rekomendasi gubernur,” terangnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post