SAMPIT – Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan orentasi kepada pengurus yang baru dan anggotanya. Tiga progam utama menjadi fokus salah satunya adalah mendorong anak putus sekolah menempuh pendidikan paket.
“Ada 50 orang kami yang mengikuti orientasi hari ini. Kebetulan pengurus karang taruna baru sehingga dilakukan orientasi,” kata Ketua Karang Taruna Kotim Masgajalba, Sabtu 27 Januari 2024. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus karang taruna di Kotim hingga tingkat desa. Itu agar mereka dapat menjalankan program untuk satu tahun ke depan.
Disampaikan, ada beberapa program yang telah dibuat namun ada tiga yang menjadi fokus pihaknya. Salah satu program tersebut yaitu karang taruna mengajar. Dimana program dibuat lantaran melihat kondisi di Kabupaten Kotim yang masih banyak ditemukan anak putus sekolah. “Jadi kami terbesit agar kawan-kawan yang ada di kecamatan maupun desa mendorong anak atau remaja yang putus sekolah menjadi warga belajar dengan menempuh sekolah paket, ” ucapnya.
Lanjutnya, sehingga ke depannya mereka bisa mendapatkan pendidikan kesetaraan. Dengan begitu terget Karang Taruna Kotim dua tahun ke depan bisa merubah demografi desa yang sebelumnya banyak ditemukan anak cuma lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Dengan begitu pemuda kita tidak lagi sulit mencari pekerjaan dengan ijazah yang dimiliki, berbeda dengan tingkat SMP, ” ujarnya. Ditambahkan selain pendidikan, bidang perekonomian dan peduli lingkungan juga menjadi pembahasan dalam orientasi itu. Seperti ekonomi kreatif, kawan-kawan Karang Taruna akan membuat website. Dengan adanya website itu kawan-kawan dari kecamatan maupun desa bisa memasarkan produk UMKM warga setempat.
“Jadi memudahkan membranding atau mempromosikan produk UMKM yang ada di pelosok. Kami juga peduli terhadap bencana daerah karena kalau kita lihat ada bencana di kecamatan pasti nunggu dari kota. Kedepan kami akan melakukan pelatihan untuk kawan-kawan di daerah untuk penangan bencana seperti kebakaran maupun banjir. Mereka harus siap dan tanggal dalam penanganan bencana,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post