SAMPIT – Beredar kabar bahwa musim hujan di Indonesia pada tahun 2023 hingga 2024 ini akan lebih singkat dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Sehingga BMKG memberikan penjelasan bahwa musim hujan di wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia.
“Monsun Asia membawa massa udara lembab yang berasal dari Benua Asia menuju Benua Australia melalui Benua Maritim Indonesia. Tidak terkecuali semua daerah, termasuk juga di Kalimantan Tengah,” kata Kepala BMKG Bandar Udara H Asan Sampit, Musuhanaya, Kamis, 11 Januari 2024.
Lanjutnya, musim hujan dimulai dari bagian utara Pulau Sumatera menuju ke selatan secara gradual dan selanjutnya ke wilayah bagian timur Indonesia. Umumnya musim hujan akan mengalami puncaknya pada bulan Januari dan Februari, ditandai dengan hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dan akumulasi curah hujan yang tinggi.
Bulan Januari dan Februari umumnya adalah puncak musim hujan. Memang benar, musim hujan tahun ini terlambat datang di sebagian besar wilayah, namun mulai November kemarin beberapa wilayah sudah memasuki musim hujan.
“Dalam pekan ini sudah 61% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Ini sesuai dengan prediksi BMKG bulan Agustus lalu,”tegasnya.
Namun, keragaman morfologi wilayah Indonesia yang terdiri dari perairan dan kepulauan, daratan dan pegunungan, membuat respon dari tiap wilayah terhadap Monsun Asia dan musim hujan juga berbeda-beda.
Berdasarkan distribusi data rata-rata curah hujan bulanan, respon yang berbeda-beda ditunjukkan oleh3 (tiga) pola hujan di Indonesia, yaitu Pola hujan monsunal, wilayahnya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau dengan tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan dan satu puncak musim kemarau).
“Pola hujan equatorial, wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial (dua puncak musim hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober,” bebernya.
Kemudian pola hujan lokal, wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan berkebalikan dari pola monsun. Pola lokal dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodial (satu puncak hujan), tetapi waktunya berlawanan dengan tipe hujan monsun.
Selain itu terdapat wilayah-wilayah tertentu, yang memiliki karakteristik hujan yang tinggi sepanjang tahun ataupun kurang hujan sepanjang tahun.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post