SAMPIT – Kelompok bersenjata menculik dan menyandera Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ketika memasuki tahapan perhitungan suara hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Selasa, 17 Oktober 2023.
Ketua KPU tersebut dibawa dan dimasukan ke dalam satu unit mobil oleh sekelompok orang bersenjata. Upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang itu merupakan aksi untuk menggagalkan sidang pleno yang dilaksanakan di Kotim.
Penyanderaan Ketua KPU tersebut, langsung terdengar oleh pihak Kepolisian Polres Kotim, sehingga menerjunkan tim khusus anti teror untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus penculikan Ketua KPU ini. Hingga akhirnya anggota menemukan rumah kosong yang digunakan sebagai tempat persembunyian dari kelompok yang menculik anggota KPU.
Tim khusus bersenjata lengkap dengan dibantu satu orang sniper yang diposisikan di tempat tersembunyi, langsung menggerebek lokasi itu. Anggota tim khusus berhasil menyelamatkan Ketua KPU Kotim yang tengah disandera. Termasuk para pelaku penculikan itu juga diamankan dan diberi tindakan tegas terukur serta yang selamat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Peristiwa itu hanyalah bagian dari salah satu skenario simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu serentak 2024. Kegiatan tersebut digelar oleh Polres Kotim di halaman stadion 29 November Sampit.
Kapolres Kotim, AKBP Sarpani menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan simulasi tahapan yang akan dilaksanakan dalam Pemilu 2024 serta gambaran yang harus dilakukan oleh petugas jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan nantinya.
“Jadi untuk kegiatan kita hari ini adalah apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Telabang 2023-2024 dalam rangka pengamanan pemilu 2024 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, sesuai dengan petunjuk dan arahan bapak Kapolri bapak Kapolda. Kita juga melaksanakan kegiatan ini di wilayahnya hukum polres Kotim yang dilaksanakan di halaman stadion Sampit. Ini juga merupakan simulasi untuk persiapan Pemilu 2024 nanti,” kata Kapolres saat diwawancarai wartawan ini.
Untuk itu juga, kegiatan yang dilakukan ini merupakan dalam rangka memeriksa kesiapsiagaan personel dalam rangka mendukung kelancaran pemilu dan mengamankan semua tahapan pemilu. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Forkopimda penyelenggara pemilu, baik itu Bawaslu dan seluruh perwakilan dari partai politik.
“Kegiatan kita juga melaksanakan simulasi sistem pengamanan kota itu adalah bentuk latihan yang kita laksanakan secara rutin, tetapi saat ini adalah diintegrasikan dengan Batalyon Brimob sebagai satu kesatuan Petugas keamanan baik dalam situasi aman situasi cukup rawan sampai dengan rawan skalasi tinggi,” tutupnya.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post