SAMPIT – Kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang sebelumnya sempat membaik selama beberapa hari pasca turun hujan lebat, kini per tanggal 11 Oktober 2023 khususnya di Kota Sampit kembali diselimuti kabut asap sejak pagi hingga menjelang siang.
“Beberapa waktu lalu memang kondisi udara kita sempat membaik dengan menurunnya indeks standar pencemaran udara (ISPU), namun penurunan itu masih belum dikatakan baik karena masih dinyatakan tidak sehat. Akan tetapi pada hari ini kembali meningkat hingga dinyatakan berbahaya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Rabu, 11 Oktober 2023.
Disebutkannya, pada pukul 05.00 WIB pagi ini ISPU mencapai 1358 PM 2,5. Kemudian pada pukul 06.00 WIB kembali naik menjadi 1427 PM 2,5, yaitu tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.
“Bahkan sejak bulan Mei hingga Oktober 2023 ini, ada sebanyak 339 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kotim dengan luasan 816.059 hektare,”bebernya.
Tambahnya, kejadian terluas yakni di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan luasan yang terbakar 420.822 hektare. Terluas kedua di wilayah Kecamatan Kota Besi dengan luasan terbakar 178.325 hektare, dan ketiga adalah Kecamatan Baamang dengan luasan terbakar 100.462 hektare.
“Sementara untuk hotspot atau titik panas, khusus di bulan Oktober ini saja sejak awal bulan selama 11 hari sudah mencapai 2.331 titik panas yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kotim. Pada bulan sebelumnya sejak Januari masih ada kecamatan yang tidak ada hotspot, namun pada bulan Oktober ini seluruh kecamatan terdekteksi muncul hotspot,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post