SAMPIT – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) disinyalir semakin parah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim, yakni ada 17 kecamatan.
“Karena pada bulan bulan sebelumnya sejak Januari lalu, hanya ada beberapa kecamatan yang terdekteksi muncul titik panas. Namun pada bulan Oktober ini sejak awal bulan lalu, seluruh kecamatan yang ada di Kotim semuanya terdeteksi muncul titik panas,” kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Rabu, 11 Oktober 2023.
Lanjutnya, jumlah titik panas untuk bulan Oktober ini saja sudah melampaui jumlah titik panas yang terdeteksi selama tahun 2022 lalu. yang mana pada 2022 lalu mencapai 116 titik, sedangkan pada bulan Oktober 2023 ini sudah mencapai 2.331 titik panas.
“Sementara untuk total titik panas sejak awal Januari 2023 hingga sekarang sudah mencapai 8.001. Padahal ini masih belum sampai akhir tahun. Sehingga masih bisa terjadi peningkatan pada jumlah ini sampai dengan akhir tahun nanti,”jelasnya.
Selanjutnya, pada bulan bulan sebelumnya ada beberapa kecamatan yang memang nol titik panas, bahkan kondisi itu bertahan selama beberapa bulan hingga pada Oktober ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu Kecamatan Pulau Hanaut masih 0 titik panas hingga bulan Juni, Kecamatan Mentaya Hilir Utara masih 0 titik panas hingga bulan Juli, bahkan Kecamatan Seranau masih 0 titik panas hingga bulan September lalu.
“Kondisi ini bisa semakin diperparah karena berdasarkan informasi BMKG setempat tidak ada terdapat pertumbuhan awan hujan signifikan di seluruh wilayah Kabupaten Kotim. Bahkan Kotim termasuk wilayah yang sangat mudah terbakar,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post