SAMPIT – Untuk memiliki gaya hidup aktif, standar terbaiknya adalah menempuh 10.000 langkah per hari. Bahkan, dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur, ternyata bisa menurunkan tensi yang tinggi.
“Namun, bukan berarti jika kurang dari itu kita tidak bisa mendapatkan manfaat dari jalan kaki. Dengan berjalan kurang lebih 7.500 langkah per hari, kita sudah bisa mendapatkan manfaat berupa kadar gula darah yang lebih baik, menurunkan tekanan darah dan membantu memperbaiki gejala depresi dan kecemasan,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Nugroho Kuncoro Yudho, selaku Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Sabtu 7 Oktober 2023.
Bahkan ujarnya, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indoensia mengadakan Virtual Sport Hari Kesehatan Nasional 2023 sebagai upaya untuk memotivasi masyarakat agar hidup sehat.
“Dengan aktivitas fisik teratur dan terukur akan membaiki metabolisme pada tubuh, dan tubuh akan menjadi lebih bugar serta sehat. Dan tentunya aktivitas fisik ini juga harus diimbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi,” jelasnya.
Tambagnya, orang yang jarang olahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas. Hal ini dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi.
“Maka antara mengkonsumsi makanan bergizi dan olahraga fisik harus seimbang. Karena tensi tinggi ini bisa juga disebabkan oleh makanan, bisa juga karena faktor stres. Sehingga pola hidup sehat memang harus dijaga agar imunitas tubuh juga dapat mendukung kesehatan dan kebugaran badan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post