SAMPIT – Perlu diketahui, ada beragam persoalan gizi anak di Indonesia. Namun yang banyak diketahui hanyalah stunting. Padahal stunting bukan satu-satunya masalah gizi anak. Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
“Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Namun persoalan gizi anak ini bukan hanya itu saja,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Sabtu 7 Oktober 2023.
Dikatakan juga, selain stunting masalah terkait gizi pada anak ada gizi buruk, gizi kurang, berat badan kurang, berat badan tidak naik, risiko berat badan lebih, gizi lebih dan obesitas.
“Stunting justru adalah fase paling kronis dari permasalahan gizi anak yang sudah sulit disembuhkan. Pencegahan dan penanganan harus dilakukan sedini mungkin, mulai dari usia remaja atau sebelum kehamilan dan juga pada 1.000 hari pertama kehidupan anak agar tidak sampai stunting,” jelasnya.
Sementara masalah lain seperti gizi buruk yang tidak tertangani juga bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti dehidrasi berat, Hipotermia, Anemia, gangguan tumbuh kembang, gangguan otak, terserang penyakit infeksi berat bahkan kematian.
“Maka dari itu orang tua perlu memperhatikan dengan serius kondisi anak, terutama juga untuk berat badan anak saat dilakukan penimbangan di posyandu. Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM) bukan menunjukkan keadaan GIZI BURUK tetapi sebagai warning untuk konfirmasi dan tindak lanjutnya tetapi perlu diingat tidak berlaku pada anak dengan berat badan awalnya memang sudah dibawah garis merah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post