SAMPIT – Hingga September 2023 ini, sekitar 605,884 hektare terbakar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tersebar di beberapa kecamatan dan dengan jumlah 193 kejadian serta 172 penanganan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Dari total tersebut, paling banyak terbakar di wilayah Selatan Kotim yakni seluas 413,147 atau 69,19 persen dari total yang terbakar. Sementara di wilayah tengah luasan yang terbakar seluas 192,737 atau 31,81 persen,”kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Minggu 17 September 2023.
Lanjutnya, untuk jumlah hotspot atau titik panas sampai dengan September 2023 terdapat sebanyak 2.883 titik. Terbanyak di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 1.253 titik, Kecamatan Teluk Sampit dengan 424 titik, Kecamatan Kota Besi dengan 255 titik, Kecamatan Baamang dengan 241 titik dan Kecamatan MB Ketapang dengan 185 titik.
“Namun untuk luasan kebakaran yang terjadi per kecamatan, paling luas terjadi di Kecamatan MB Ketapang yakni seluas 349,647 hektare, kedua Kecamatan Baamang seluas 89,662 hektare dan ketiga Kecamatan Kota Besi seluas 62,125 hektare,”sebutnya.
Kemudian Kecamatan Mentaya Hilir Selatan luas lahan terbakar yakni 57,5 hektare, Kecamatan Parenggean luas lahan yang terbakar yakni 24,95 hektare, Kecamatan Cempaga 10 hektare, Kecamatan Cempaga Hulu 6 hektare dan Kecamatan Teluk Sampit 6 hektare.
“Sehingga meski jumlah titik panas di Mentaya Hilir Selatan lebih banyak daripada MB Ketapang, namun kejadian kebakaran di MB Ketapang rata-rata dalam skala besar sehingga menduduki posisi teratas jumlah luas lahan terbakar,”jelasnya.
Sementara itu untuk Kecamatan sampai dengan saat ini masih aman atau tidak ada terjadi Karhutla yakni Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Seranau, Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut.
“Meski sejumlah kecamatan ini tidak ada terjadi karhutla, namun beberapa kali tetap ada terdeteksi muncul titik panas di wilayah ini. Untuk itu masyarakat setempat tetap diminta waspada dan jangan melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya karhutla,”pungkasnya.
(dia/matakalateng.com)





















Discussion about this post