BUNTOK – Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD) sudah terbentuk di Barsel. Sebanyak 35 koordinator provinsi, dan 317 koordinator kabupaten/kota. APD merupakan wahana peningkatan akan kapasitas, pengetahuan, keterampilan di dalam penyelenggaraan, pengawasan, pemantauan, kontestasi dalam proses demokrasi dan pemilu.
“APD hadir di Barsel untuk menawarkan berbagai program Pemilu 2024. Sehingga, nantinya ini jadi solusi pendidikan politik,” kata Koordinator APD Barsel, Nur Chambiyah, Minggu 17 September 2023. Dikatakan, bahwa APD juga menggelar berbagai pelatihan seperti pelatihan caleg, sosialisasi dan strategi kampanye, dana kampanye, komunikasi publik, website serta media sosial.
Selain itu, kata dia, pelatihan menyangkut penegakan hukum pemilu, pembuatan foto dan video, dan program menarik lainnya. “Dengan demikian APD menjadi pendidikan politik dalam hal kontestasi Pemilu,”kata dia lagi.
Masih kata Nur Chambiyah, target pendidikan politiik untuk mahasiswa yaitu pendidikan politik merupakan factor penting dalam meningkatkan kualitas partisipasi politik pemilih muda saat pemilu. Dengan pendidikan politik, kata dia, maka akan dapat meningkatkan pengetahuan tentang dinamika politik yang sedang berkembang.
Agar dapat lebih efektif, lanjutnya, maka program pendidikan politik tersebut perlu dilaksanakan dengan cara dan metode baru serta dengan materi dan kurikulum yang disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, kepentingan, minat dan tingkat pengalaman serta pemahaman tentang politik.
“Dengan dilakukannya pendidikan politik di kampus diharapkan dapat menjadikan pemilih muda menjadi seorang pemilih yang cerdas, kritis dan bertanggungjawab,” ujarnya.
(co/matakalteng.com)


















Discussion about this post