SAMPIT – Angin kencang kerap kali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya di Kota Sampit, bahkan sampai mengakibatkan terjadinya pohon tumbang, salah satunya di Jalan Bumi Raya, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotim.
“Pohon tumbang ini terjadi pasca adanya angin kencang dan hujan lebat beberapa waktu lalu, beruntungnya tidak ada korban dalam kejadian ini karena pohon yang tumbang ada di jalan sepi yang masih minim penghuni,”kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Minggu 17 September 2023.
Lanjutnya, angin kencang memang kerap kali terjadi saat musim kemarau, dan saat malam hari juga terasa lebih dingin. Sehingga masyarakat diminta waspada ketika melintasi jalan yang banyak terdapat pohon, terutama pohon-pohon besar yang sudah berusia tua.
Sementara itu, Kepala BMKG Bandar Udara H Asan Sampit Musuhanaya mengatakan, suhu lebih dingin pada malam hingga dini dini hari merupakan fenomena lazim terjadi di musim kemarau. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan radiasi bumi dan matahari yang cukup besar antara siang dan malam.
“Pada prakiraan cuaca per hari ini, arah angin dari Tenggara menuju Barat. Sementara untuk perkiraan terjadinya hujan yakni hujan ringan di sejumlah wilayah Kotim. Terutama untuk terjadinya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang yakni di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang,”bebernya.
Sedangkan untuk wilayah yang berpotensi meluas yakni Kecamatan Bukit Santuai Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Parenggean, Cemapag, Cempaga Hulu, Telawang, Kota Besi, Baamang, Seranau, MB Ketapang dan Mentaya Hilir Utara.
“Hanya ada tiga daerah yang tidak masuk dalam peringan dini cuaca yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit. Ketiganya masih zona hijau atau diperkirakan tidak terjadi hujan,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post