SAMPIT – Dinas Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta masyarakat agar waspada terhadap penurunan kualitas udara dampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Asap mulai tebal, ini dampak dari karhutla akan menurunkan kualitas udara menjadi tidak sehat. Masyarakat harus terus memperhatikan ini terutama saat beraktivitas di luar rumah,” kata Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Jumat 1 September 2023.
Lanjutnya, penurunan kualitas udara ini akan berdampak langsung pada kesehatan manusia, terutama bagi mereka yang rentan. Disampaikan Umar, kelompok yang rentan diantaranya bayi, bayi berumur lima tahun (balita) dan orang usia lanjut.
Meski pemerintah daerah belum mengeluarkan imbauan secara resmi kepada masyarakat terkait penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, namun dirinya meminta masyarakat waspada terhadap dampak yang ditimbulkan bagi kesehatan.
“Karena kita melihat dari kasus karhutla yang terjadi di Kotim semakin meningkat jadi harus bisa menjaga kesehatan. Masyarakat juga bisa langsung lihat kualitas udara kita melalui aplikasi ISPUnet,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan langsung dari aplikasi ISPUnet September 2023 Kabupaten Kotim telah berada di kategori tidak sehat. Tercatat nilai PM2, 5 berada 115 yang artinya kualitas udara dapat merugikan manusia.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post