SAMPIT – Kemarau yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat wilayah selatan daerah itu memerlukan distribusi air bersih dari pemerintah setempat. Karena wilayah tersebut mulai kekeringan dan air mulai asin.
“Saya menerima laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah selatan mulai memerlukan distribusi air bersih, ” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis 6 Juli 2023.
Lanjutnya, karena hujan hampir dua minggu tidak mengguyur daerah Kotim terutama wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) seperti Samuda air asin dari laut mulai naik.
Sehingga PBDB Kotim mulai menyalurkan air bersih dari PDAM ke wilayah tersebut. Hal itu untuk membantu masyarakat di Kecamatan MHS memenuhi kebutuhan hidup. “Jadi mereka bisa langsung memanfaatkan air bersih yang didistribusikan. Itu sudah mulai disalurkan,” ujarnya.
Sementara Kepala BPBD Kotim Multazam K Anwar menyebut air yang sudah didistribusikan sebanyak 8 ribu liter ke wilayah selatan. Air tersebut diambil dari PDAM Sampit. “Lokasi pendistribusian itu di Kelurahan Samuda Kota dan Kelurahan Basirih Hilir. Untuk Samuda Kota ada 30 KK dan Basirih Hilir ada 30 KK juga, ” imbuhnya.
Disampaikan Multazam, berdasarkan laporan dari lurah setempat telah 2 minggu tanpa hujan, air sungai mulai asin sehingga air PDAM beberapa hari. Ditambah lagi masyarakat yang tinggal dalam gang tidak ada akses PDAM.
“Jadi air sudah kita distribusikan. Kelurahan Samuda Kota, RT 14 dan RT 13 RW 05, jumlahnya 3600 liter dimasukan dalam 4 buah profil tank 1100 liter untuk RT 13 dan 14. Kelurahan Basirih Hilir, RT 15 RW 04 sebanyak 4200 liter diisi 1 profil, dan 12 drum,” terangnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post