SAMPIT – Sebanyak 6 titik panas atau hot spot terdeteksi muncul di sejumlah daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 4 Januari 2023 ini. Yang mana titik panas itu berpotensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Meski belum memasuki musim kemarau, namun hujan di wilayah Kotim saat ini tidak merata bahkan sempat hampir 10 hari tidak ada turun hujan. Baru kemarin, 3 Januari 2023 hujan, itupun hanya sebentar. Sehingga berpotensi mudah terbakar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, Rabu 4 Januari 2023.
Disebutkannya, bahkan ada satu daerah di Kotim yang sudah beberapa hari titik panasnya tidak kunjung hilang yakni Kecamatan Cempaga. Maka dari itu masyarakat diminta untuk bekerja sama menjaga lingkungan, agar tidak membakar lahan.
“Apalagi saat ini sudah ada beberapa lokasi yang memang terjadi Karhutla, api kecil pun jika dibiarkan pada saat kondisi alam kita sekarang ini yang sering terjadi angin kencang, maka bisa berpotensi membesar dan jadi karhutla,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H asan Sampit, Musuhanaya mengatakan, 6 titik panas yang muncul hari ini terbesar di beberapa wilayah.
“Ada 2 titik di Kecamatan Cempaga, 2 titik di Kecamatan Seranau, 1 titik di Kecamatan Baamang dan 1 titik lagi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” bebernya.
Tambahnya, berdasarkan Citra Satelit cuaca HIMAWARI-8 Infra Red Enhanced pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Kondisi ini membuat potensi terjadinya Karhutla semakin meningkat.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post