SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Salah satu caranya dengan menggelar lomba penangan stunting antar kecamatan se-Kotim.
“Saya hari ini membuka secara resmi lomba penanganan stunting antar kecamatan. Penangan stunting ini dilombakan agar ada motivasi setiap kecamatan dalam upaya menurunkan kasus stunting,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis 3 November 2022.
Lomba penanganan stunting ini diikuti 17 kecamatan. Setiap kecamatan memaparkan cara penanganan dengan inovasi yang dilakukan. Sehingga kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan.
Halikin yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kotim Khairiyah Halikinnor ini berharap kasus stunting di Bumi Habaring Hurung cepat turun. “Kotim cukup tinggi angka stuntingnya. Sempat muncul secara nasional dan tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) . Karena angkanya mencapai 48 persen,” terang mantan Sekda Kotim ini.
Kendati demikian, dirinya tetap bersyukur, berkat upaya yang dilakukan oleh tim penangan, angka stunting di Kotim menjadi 23 persen.
“Lomba penanganan stunting ini untuk lebih memaksimalkan penurunan angka stunting. Perlu inovasi yang dilakukan oleh kecamatan. Kami juga akan memberikan hadiah pencapaian kepada kecamatan yang terbaik,” ucapnya.
Bupati Kotim secara pribadi memberikan bonus kepada kecamatan terbaik satu Rp 10 juta, terbaik kedua Rp 7,5 juta dan ketiga Rp 5 juta.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post