SAMPIT – Saat ini diketahui masih ada sejumlah daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) hingga depo sampah. Salah satunya di daerah wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Padahal daerah tersebut kerap kali menjadi incaran wisatawan untuk berlibur. Bahkan di sepanjang pinggiran pantai banyak terdapat tempat-tempat penginapan seperti villa maupun pondok-pondok kecil yang disediakan untuk para pengunjung.
Karena tidak adanya TPS, warga sekitar kebingungan saat ingin membuang sampah. Terlebih ketika pengunjung pantai membludak, otomatis sampah yang dihasilkan juga semakin banyak. Sehingga besar kemungkinan pengunjung akan membuang sampah sembarangan.
“Selama ini masyarakat setempat membuang sampah dengan berbagai macam cara, ada yang ke lahan kosong, ada yang dibakar ada juga yang membuang di sungai. Kalau di lahan kosong sudah pasti bisa menimbulkan bau busuk,” ujar Camat Teluk Sampit, Juliansyah, Rabu 18 Mei 2022.
Sementara yang membuang ke sungai ujarnya, bisa mencemari lingkungan. Dan yang membakar, tidak semua sampah bisa dibakar terutama sampah rumah tangga. Namun ada pula warga yang berinisiatif mengubur sampah di tanah yang ada di sekitaran rumah.
“Kami rencananya akan mengundang pengelola wisata di kawasan Pantai Ujung Pandaran untuk membicarakan terkait sistem pengelolaan sampah hingga urusan izin bangunan. Apalagi kemarin waktu lebaran sempat viral sampah berhamburan di bibir pantai,” ungkapnya.
Diketahui, saat ini ada empat areal penginapan yang dikelola oleh pihak swasta yakni Pantai Camp Kobes, Pantai Jodoh, Pantai Tebing Kalap dan Amamas. Semua lokasi tersebut sama-sama menyediakan tempat penginapan. Selain itu di sekitarnya juga banyak terdapatan penginapan-penginapan kecil seperti villates dan beberapa lagi tanpa nama.
(dia/matakalteng.com)










