SAMPIT – Kemunculan buaya yang terekam warga di parit Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur (Kotim) sekitar lokasi perkebunan kelapa sawit PT Menteng ternyata ada tiga ekor. Berdasarkan keterangan warga yang didapat oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit saat melakukan observasi di lokasi tersebut, terdapat tiga ekor buaya.
“Kemarin kami menindaklanjuti laporan kemunculan buaya tersebut dengan datang langsung ke lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan juga pemasangan spanduk peringatan. Ternyata dari keterangan warga buaya yang terlihat ada tiga ekor,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Jumat 18 Februari 2022.
Lanjutnya, buaya yang pertama panjang sekitar 3 meter dengan jenis buaya muara, buaya kedua panjang sekitar 2 meter dengan jenis buaya muara juga dan buaya ketiga panjang sekitar 2 meter, dengan jenis buaya sapit/senyulong. “Buaya Sapit pernah terlihat masuk di parit dalam HGU perusahaan/kebun,” tegasnya.
Untuk itu pihaknya berharap masyarakat mematuhi himbauan agar mengurangi aktivitas di sekitar lokasi kemunculan buaya, pasalnya Muriansyah mengatakan pihaknya masih banyak menemukan warga beraktivitas di parit tersebut saat berkunjung ke lokasi. “Dari pengamatan kami, di sekitar parit HGU perusahaan masih ada warga beraktivitas. Baik mencari ikan, kayu galam dan berkebun,” ujarnya.
Dengan telah dipasangnya spanduk peringatan, Muri berharap hal itu menambah kewaspadaan dari masyarakat sekitar, baik karyawan perusahaan maupun warga yang sering memancing serta melakukan kegiatan lainnya. “Kami sudah memasang 5 spanduk peringatan kemunculan buaya dan juga sudah memberi pengarahan serta imbauan pada warga yang tinggal di sekitar parit HGU. Agar tidak beraktivitas di sekitar parit dan selalu waspada saat berada di sekitar kawasan itu,” jelasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post