SAMPIT – Sejumlah stok pangan di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Sampit mengalami kekosongan seperti minyak goreng, gula dan daging beku.
Kasi Komersil dan Pengembangan Bisnis Bulog, Muhammaf Azwar Fuad mengatakan untuk saat ini pihaknya masih melakukan proses pengadaan sejumlah stok pangan tersebut. “Sekarang masih proses pengadaan semua, belum ada yang datang,” katanya, Selasa 15 Februari 2022.
Terjadinya kekosongan tersebut ada beberapa alasan seperti minyak goreng, karena saat ini sulitnya mencari pabrik dan distributor minyak goreng. Lantaran sebagian besar pabrik minyak goreng masih proses produksi. “Tapi kami sudah pesan, cuma belum dikirim karena alasan masih produksi,” tambahnya.
Sedangkan daging beku karena izin terbit pengadaan daging yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru keluar pada akhir Januari 2022 lalu. Sehingga saat ini, masih proses pengadaan di India. “Makanya daging cukup lama kosong sekitar satu bulan lalu. Itu karena baru dikeluarkan izin terbitnya oleh Kementerian,” jelasnya.
Stok pangan diperkirakan kembali ada pada pertengahan Maret 2022 nanti. Karena estimasi akhir Februari ini akan dilakukan pengiriman oleh pusat ke Bulog Sampit. Sedangkan untuk jumlah yang dipesan daging sebanyak 8 ton, gula 50 ton dan minyak goreng 8000 liter. “Jumlah tersebut sekaligus untuk persiapan Ramadhan, dan untuk daging mencukupi kebutuhan hingga Idulfitri nanti,” terang Fuad.
Semntara terkait harga, ditegaskannya tetap stabil tidak ada kenaikan, dimana gula dijual Rp12. 500 per kilogram, minyak kemasan sederhana dijual 13.500 pernah liter dan daging Rp 80 ribu per kilogram. “Tapi sekarang dan untuk seminggu kedepan kami masih belum bisa melayani penjualan untuk stok pangan tersebut, karena masih kosong. Doakan paling cepat minggu depan sudah datang,” ungkapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post