SAMPIT – Keberadaan pengemis di setiap sudut lampu merah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sebagian warga resah. Tidak tanggung-tanggung, satu orang pengamen mampu menghasilkan jutaan rupiah per bulan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kotim Marjuki melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang -Undangan Daerah, Sugeng Riyanto mengatakan, dari pengakuan para pengamen jalanan yang ditertibkan oleh pihaknya, sehari bisa mencapai Rp 200 ribu.
“Kalau sehari yang diterima sebanyak itu, kalikan saja sebulannya bisa mencapai jutaan rupiah,” katanya, Jumat 28 Januari 2022.
Perolehan nominal yang cukup besar itu diduga menjadi penyebab anak usia sekolah itu lebih memilih berada di jalanan ketimbang menempuh pendidikan. Dalam menjalankan kegiatannya itu, mereka tidak sendiri, disinyalir ada koordinator lapangan yang mengawasi mereka di setiap titik perempatan lampu merah tempat mereka beraksi.
“Pengamen itu ada koordinator lapangannya jadi kalau ada razia, koordinator yang sembunyi itu segera menghubungi koordinator lainnya, jadi mereka kabur. Makanya dalam penertiban kami juga harus hati-hati,” ungkapnya.
Ditambahkan Plt Kepala Dinas Sosial Kotim Wiyono bahwa, anak-anak pengamen jalanan yang berusia 8-10 tahun itu sebagian besar pernah ditertibkan dan ditawarkan untuk sekolah.
“Tapi mereka tidak mau, kami pulangkan ke daerah asal karena memang mereka bukan orang Kotim, tapi tetap balik lagi ke sini dan melakukan kegiatannya lagi mengamen,” terangnya.
Oleh sebab itu, agar para pengamen ini tidak kembali ke jalanan dirinya mengimbau kepada warga untuk tidak membiasakan memberi. Menurutnya dengan sedikitnya hasil yang diperoleh mereka maka dengan sendirinya mereka akan berhenti.
“Kami memang ada rumah singgah bagi Gepeng, tapi hanya cukup beberapa orang saja. Biasanya mereka itu kami bina usia sekolah kami beri pelatihan tapi banyak yang tidak mau. Akhirnya kami pulangkan dan kembali lagi. Kalau warga tidak memberi, saya pikir mereka tidak akan menjadi pengamen lagi,” ucapnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post