SAMPIT – Keberadaan anak-anak pengamen jalanan di persimpangan jalan yang ada di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat masyarakat menjadi resah. Sebab dinilai dapat membahayakan keamanan para pengendara motor maupun anak-anak itu sendiri.
Banyak masyarakat mengecam orang yang diduga mempekerjakan anak di bawah umur tersebut. Masyarakat khawatir dengan anak-anak tersebut yang kerap kali mengamen di tengah jalan. “Miris sekali saya melihatnya, seharusnya seusia mereka dirumah saja atau sekolah bukan malah dipekerjakan seperti itu,” kata Rahmat, salah satu warga Sampit, Senin 6 Desember 2021.
Tidak hanya itu, warga juga resah dengan adanya badut-badut yang ada di sekitar lampu merah di Kota Sampit ini. “Badut-badut itu juga kadang mengganggu di jalanan. Apabila lampu sudah hijau badut itu kadang masih ada ditengah jalan,” ujarnya.
Pria berusia 22 tahun ini juga menyayangkan tidak ada tindakan dari pemerintah. Dirinya berharap hal ini dapat ditindaklanjuti agar para anak tidak ada lagi yang dieksploitasi. “Karena jika ini dibiarkan, takut nya nanti akan semakin banyak anak-anak yang mengamen,” ungkapnya.
(brh/matakalteng.com)




















Discussion about this post