SAMPIT – Dua hari lagi tepatnya pada 18 November 2021 Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan dilaksanakan.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Alang Arianto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan alat untuk melaksanakan SKB penerimaan CPNS tahun 2021. “SKB akan untuk Kotim akan dilaksanakan pada 18 November ini. Pengecekan alat sudah kami lakukan,” katanya, Selasa 16 November 2021.
SKB yang akan digelar di Balai Diklat Aparatur BKPSDM Kotim itu akan diikuti oleh 603 peserta dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Diantaranya, mereka harus membawa hasil negatif swab test PCR kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1 x 24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif. Peserta seleksi wajib di ukur suhu tubuhnya, bagi peserta seleksi yang suhu tubuhnya diatas 37,3 celcius dilakukan pemeriksaan ulang paling banyak 2 kali dengan jarak waktu pemeriksaan 5 menit dan ditempatkan pada tempat yang ditentukan.
Kemudian jika hasil pemeriksaan ulang kedua tetap memiliki suhu tubuh diatas 37, 3 celcius maka peserta diperiksa oleh tim kesehatan dan akan berlaku beberapa ketentuan. Seperti apabila tim kesehatan merekomendasikan peserta tetap dapat mengikuti seleksi maka peserta seleksi mengikuti seleksi dengan ditangani petugas khusus dan ruang seleksi yang terpisah. “Peserta seleksi juga dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri mulai 14 hari sebelum pelaksanaan seleksi,” imbuhnya.
Sementara mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi wajib melaporkan kepada panitia seleksi pengadaan pegawai ASN Pemkab Kotim. Pemberitahuan terkait hal tersebut dapat melalui WhatsApp 0858 2015 1337 yang disertai bukti surat keterangan dokter atau hasil swab test PCR serta keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang untuk dilakukan penjadwalan ulang. “Jadi mereka yang sedang isolasi mandiri tetap bisa ikut seleksi dengan penjadwalan ulang. Ini semua untuk pencegahan meski kita ketahui bersama kasus Covid-19 sudah melandai namun tidak ada salahnya tetap menjaga,” jelasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post