SAMPIT – Vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini sudah mencapai 74 persen. Puluhan anak yang belum melakukan injeksi untuk mencegah adanya penyebaran virus berbahaya ini dikarenakan tidak diizinkan oleh orangtuanya.
Plt Kepala Puskesmas Ujung Pandaran Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan, yang belum divaksin lantaran ada jadwal kegiatan di lapangan dan sebagian masih ada yang belum mendapatkan izin orang tua. “Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum ada yang mendapatkan vaksin, kalau yang 74 persen itu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) saja. Karena yang SMP kemarin telat menyerahkan daftar sasaran sehingga sempat kehabisan jatah vaksin,” kata Nugroho, Rabu 3 November 2021.
Dari 116 siswa SMA, yang melakukan vaksin hanya 86 orang. Pelajar yang belum mendapatkan vaksin saat ini masih diperkenankan bersekolah bersama pelajar lainnya yang sudah divaksin. Pihak sekolah terus melakukan pendekatan kepada orangtua agar memberikan izin. “Saat ini di puskesmas hanya ada vaksin Astrazeneca, kalau untuk pelajar itu vaksin Pfizer. Jadi saat ini belum bisa, ini hanya vaksinasi untuk masyarakat umum saja,” tetasnya.
Dikatakan Nugroho, pada hari ini pihaknya akan melaksanakan vaksinasi di Desa Lampuyang dengan 200 dosis yakni dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 100 dosis. “Kemudian, Kamis, 4 November 2021, di Desa Regei Lestari dengan target 150 dosis yakni dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 50 dosis. Pada Jumat, 5 November 2021, dilaksanakan lagi di Desa Ujung Pandaran dengan target 150 dosis juga, yaitu dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 50 dosis,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post