SAMPIT – Seperti kembali ke zaman kerajaan untuk memutuskan sesuatu dengan cara sayembara, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor akan mengikuti cara tersebut dalam memberikan nama sejumlah bangunan di wilayahnya, salah satunya adalah bundaran yang ada di Jalan Jenderal Sudirman Km 3, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
“Saya akan membuat sayembara, karena selama ini bundaran itu tidak punya nama. Dengan adanya ide dan pemikiran masyarakat terhadap pembangunan yang ada di Kotim, masyarakat dapat mempunyai rasa memiliki juga. Sehingga tidak ada yang melakukan pengrusakan maupun terjadi pro dan kontra terkait bangunan yang dibangun, sama-sama menjaga,” kata mantan Sekda di Bumi Habaring Hurung ini, Senin, 27 September 2021.
Pro dan kontra ini pernah terjadi pada bangunan gerbang SAHATI, dimana ada sebagian masyarakat yang tidak setuju dengan nama serta ornamen hingga warna yang dibuat pada gerbang tersebut. Lantaran adanya ketidak setujuan itu, maka ornamen dan warna gerbang dilakukan perubahan sesuai aspirasi masyarakat.
Agar hal serupa tidak terulang maka akan dilakukan sayembara. Dengan begitu pembangunan yang ada menjadi perhatian semuanya, karena berdasarkan aspirasi masyarakat. “Sama halnya tempat lain, yang belum ada nama maka akan kita beri nama. Tentunya dengan cara seperti ini. Semoga seluruh lapisan masyarakat bisa menjaga setiap aset daerah,” tuturnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post