SAMPIT – Batik Ecoprint yang di produksi oleh salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan satu-satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan batik yang pewarna dan motif memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar itu di Kalteng baru ada di Kotim.
“Di Kalteng ini yang pertama atau baru UMKM kita yang memproduksi. Di kabupaten lainnya belum ada,” ujarnya, Selasa 3 Agustus 2021.
Pemerintah Kabupaten Kotim terus mendukung produksi batik Ecoprint sebagai kekayaan daerah. Untuk mendorong produksi batik lokal ini Bupati Kotim Halikinnor mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu memakai batik setiap hari Kamis.
Dijelaskan Irawati bahwa batik Ecoprint ini pengolahannya dilakukan secara manual, menggunakan bahan baku alami sesuai dengan namanya.
“Batik Ecoprint dibawah binaan dari Gemawira Kalteng 2 ini benar-benar pembuatan kain yang home industri, karena memang semuanya digunakan manual dari pewarna dedaunan dari yang digunakan semuanya dari alam alam Kalteng khususnya Sampit. Sehingga menghasilkan kain yang warna dan desain motif yang sangat mewah,” jelasnya.
Salimah, pelaku UMKM yang memproduksi batik Ecoprint itu mengungkapkan, dipilihnya batik tersebut lantaran ia melihat di Kotim memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan terutama di lingkungan sekitar.
“Alam kita banyak memiliki kekayaan yang dapat dimanfaatkan jadi itu yang memotivasi saya membuat batik itu,” ungkapnya.
Dijelaskan, batik Ecoprint bahan dasarnya adalah dari kain putih, kemudian diolah dengan pewarnaan yang menggunakan kunyit dan juga tanah liat. Sedangkan motifnya sendiri menggunakan dedaunan. Namun sayang, batik itu baru diminati oleh kalangan tertentu saja. Ia berharap ada bantuan pemerintah setempat dalam memperkenalkan produk UMKM khusunya batik Ecoprint.
“Kita pemasaran melalui online karena pandemi. Untuk peminatnya kalangan tertentu. Harga berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung kain yang digunakan,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post