SAMPIT – Tumbuhan Akasia sekrang mempunyai nilai ekonomi. Di beberapa tempat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) banyak terdapat tumbuhan ini, salah satunya di Kecamatan Teluk Sampit.
Camat Teluk Sampit, Juliansyah mengatakan, Pemkab Kotim telah melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan Akasia.
“Dampaknya cukup positif bagi masyarakat, karena tenaga pembibitan dan penanaman diambil dari masyarakat, baik itu dari Desa Ujung Pandaran, Lampuyang dan desa lainnya. Sedangkan pekerjaan teknis, mereka tetap menggunakan tenaga kerja profesional sesuai kompetensi yang dibutuhkan dan harus didatangkan dari luar daerah,” kata Juliansyah, Kamis, 1 Juli 2021.
Tenaga kerja yang telah direkrut sekitar 1.000 orang dan umumnya adalah warga lokal yang dibagi pada beberapa divisi seperti pembibitan, penanaman dan lainnya. Masyarakat setempat yang bekerja di perusahaan tersebut ada yang dibayar bulanan maupun harian. Meskipun demikian, jika ditotalkan gaji tetap diatas UMR.
Pihak perusahaan juga mempunyai keinginan untuk bermitra dengan masyarakat yang memiliki lahan tidak produktif. Sementara ini luas lahan yang sudah ditanami sekitar 2.000 hektare.
Akasi merupakan genus dari semak-semak dan pohon yang termasuk dalam subfamili Mimosoideae dari familia Fabaceae. Tumbuhan yang memiliki nama latin Acacia ini sekarang digunakan sebagai bahan pembuatan bubur kertas.
“Investor masih belum memiliki pabrik pembuatan. Itu dikarenakan mereka belum memiliki lahan yang standar. Nanti jika sudah memiliki lahan, mereka akan membuka pabrik lagi disini. Dan ini tentunya menambah lowongan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” tutur Juli.
(Dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post