SAMPIT – Kondisi salah satu musala yang ada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat memprihatinkan. Dimana musala yang terletak di pinggiran pantai Ujung Pandaran tersebut nampak roboh karena pondasinya terkikis oleh abrasi pantai.
Camat Teluk Sampit Juliansyah mengatakan, kondisi kerusakan musala tersebut sudah mulai terjadi sejak satu tahun lalu. Dan kerusakan semakin parak di satu bulan terakhir ini.
“Musala itu lokasinya memang di pinggir pantai, berdekatan dengan kubah Syekh Abdul Hamid yang sering dikunjungi masyarakat. Ukuran mushola sekitar 6×6 meter terbuat dari beton,” bebernya, Sabtu 6 Februari 2021.
Dirinya juga mengatakan, sebelum akhir tahun 2020 dirinya sudah sempat berkunjung ke musala tersebut untuk melihat keadaan mushola. Dan mushola itu memang sudah mulai rusak, namun tidak separah sekarang ini. Dimana mushola sudah tidak bisa lagi digunakan untuk beribadah.
“Muhola itu sudah tidak bisa digunakan lagi karena pondasinya runtuh disebebkan abrasi. Musala itu memang dibangun untuk pengunjung yang sering ke kubah Syekh Abdul Hamid. Karena mushola itu sudah tidak bisa digunakan, sekarang pengunjung sholat di kubah,” ungkapnya.
Letak musala yang beradar di bibir pantai memang cukup rawan roboh karena abrasi, pasalnya tidak hanya disebebkan oleh tingginya air pasang namun juga diterjang gelombang tinggi dan angin kencang. Terlebih lagi akhir-akhir ini khususnya di Kotim dilanda cuaca ekstrem.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post