SAMPIT – Ratusan pelaku usaha kepariwisataan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kerugian hingga tutup tempat usaha akibat terdampak Covid-19.
“Ada 102 pelaku usaha yang tutup. Baik itu bidang perhotelan, jasa travel, kafe, restoran, tempat karaoke, hiburan malam, dan sejumlah penunjang tempat wisata lainnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Fajrurrahman, Selasa 14 April 2020.
Baca juga berita lainnya
Data tersebut hanya sebagian pelaku usaha yang memiliki izin. Ada juga pelaku usaha yang masih membuka tempat usahanya. Seperti beberapa rumah makan, namun mereka hanya melayani makan ditempat.
“Ada juga pelaku usaha yang memilih buka. Namun mereka hanya melayani pesanan dengan cara dibawa pulang atau di bungkus,” sebut Fajrurrahman.
Dirinya menjelaskan, pelaku usaha memilih tutup lantaran penghasilan yang diperoleh sangat menurun atau pendapatan yang tidak sebanding dengan pengeluaran.
“Pendataan ini sudah kami lakukan sejak akhir bulan Maret lalu, tepatnya saat Covid-19 mulai mewabah di Kotim. Semoga virus ini cepat hilang, sehingga kita bisa beraktivitas seperti biasa,” tutur Kadisbudpar Kotim.
(shb/matakalteng.com)






















Discussion about this post