SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya menangani permasalahan sampah yang terjadi. Salah satunya adalah mendirikan depo sampah yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.
Akan tetapi usaha pemerintah tersebut belum membuahkan hasil. Ketidak pedulian warga terhadap sampah masih tinggi. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah di pinggir jalan hingga membuat sekitaran lokasi menjadi terlihat kumuh dan berbau tidak sedap.
“Sudah ada 7 depo sampah, yakni di Kecamatan MB Ketapang ada 5 depan dan di Kecamatan Baamang ada 2 depo. Depo sampah dibangun untuk menggantikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Tapi masih ada masyarakat yang buang sampah sembarangan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Sanggul Lumban Gaol, Jumat 24 Januari 2020.
Dilanjutkan, membiasakan warga untuk membuang sampah pada tempatnya bukanlah perkara mudah. Selain adanya upaya pemerintah, kesadaran masyarakat itu sendiri juga diperlukan untuk mewujudkan kebersihan.
“Jika masyarakat sudah sadar dan terbiasa membuang sampah di depo sampah, secara otomatis volume sampah akan meningkat. Dengan begini nantinya akan ada pengelolaan di depo untuk mengolah sampah. Hasilnya akan berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD) melalui hasil olahan sampah itu sendiri,” jelas Sanggul.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post