SAMPIT – Polemik pengelolaan pasar di Kabupaten Kotawaringin Timur masih berlanjut. Disinyalir akibat permainan mafia pasar di baliknya. Oknum itu mengendalikan pungutan liar dan sektor lainnya hingga persoalan pasar tak pernah selesai.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotim, Redy Setiawan mengaku kewalahan menangani persoalan pasar akibat permainan mafia yang telah mengakar. Parahnya, oknum itu punya akses ke pejabat pemerintahan.
”Saya memang marah dengan ulah oknum yang masih bermain di pasar ini. Kami berjuang untuk memperbaiki pasar dari berbagai persoalan hingga menertibkan berbagai pungutan liar, eh ternyata masih ada,” kata Redy, Jumat 1 November 2019.
Redy mengaku tidak takut berhadapan dengan oknum itu. Dia ditugaskan ke SOPD tersebut untuk menata dan membina pasar dengan baik agar persoalan yang menumpuk di pasar bisa diselesaikan.
Dia tidak menampik, oknum yang bermain di pasar tidak lain merupakan bagian dari oknum pemerintahan. Untuk persoalan itu, dia telah menyampaikan gambaran dan kondisi pasar dengan sengkarut persoalannya kepada Sekda Kotim Halikinnor.
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post