SAMPIT – Pasca darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2019, satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaksanakan malam syukuran, Jumat 1 November 2019 malam.
Pada kesempatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Ir Muhamad Yusuf mengucapkan banyak terima kasih kepada terhadap petugas yang telah berbuat banyak dalam menanggulangi dan menangani kerhutla yang terjadi di Kotim.
“Mengingat kondisi cuaca yang sudah baik ini, termasuk juga sudah memasuki musim hujan. Kita berharap tidak ada kebakaran lagi walaupun belum sepenuhnya setiap hari hujan,” kata Yusuf. Dijelaskan, acara tersebut digelar bertujuan untuk mempererat tali silahtuhrahmi antara Satgas Karhutla 2019, Relawan, Lembaga, Masyarakat, yang telah berpartisipasi dalam pemadaman hutan dan lahan 2019.
Lanjutnya, dengan ditutupnya karhutla 2019, maka perlu adanya evaluasi dan perlu adanya perbaikan dalam dalam semua lini. “Tentunya untuk tugas-tugas kehidupan yang akan kita hadapi tahun berikutnya dan nantinya Satgas Karhutla 2020 akan disiagakan lebih awal. Namun hanya sebagai pencegahan dini, agar kebakaran hutan dan lahan lebih mudah untuk dikendalikan,” pungkasnya.
Sementara, memasuki musim penghujan ini, BPBD Kotim sudah siap menghadapi banjir, dipekiraan terjadi di daerah utara, mulai Kota Besi, Cempaga, Kuayan, Mentaya Hulu, Antang Kalang dan Bukit Santua, akibat meluapnya air sungai Mentaya. Untuk itu diimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap bencana setiap musim yang terjadi di Bumi Habaring Hurung ini.
(ary/matakalteng.com)















Discussion about this post