SAMPIT – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) khususnya terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kotawaringin Timur, paling banyak disebabkan faktor ekonomi yang diyakini paling banyak menjadi penyebab.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan, biasanya lebih banyak karena faktor ekonomi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim Ellena Rosie, Selasa, 29 Oktober 2019.
Dirinya menerangkan, faktor ekonomi manjadi salah satu yang sangat fital terjadinya kekerasan kepada perempuan dan anak. Karena cukup banyak di Kotim ini, pasangan yang membangun rumah tangga dengan pekerjaan yang seadanya dan belum siap untuk menjalin kehidupan tersebut. Sehingga permasalahan yang terjadi bisa berujung pada kekerasan.
“Memaksakan diri untuk menjalin hubungan rumah tangga juga menjadi penyebab terjadinya hal tersebut,” kata Rosie.
Dirinya juga menerangkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kotim ini masih tinggi. Bahkan cukup banyak korban yang tidak berani melaporkan apa yang dialami, karena sesuatu dan lain hal.
Oleh sebab itu, hingga saat ini pihaknya terus berupaya melakukan penanganan dan mengantisipasi hal itu terjadi. Bahkan sudah bekerjasama dengan aparat kepolisian, sehingga bagi pelakunya bisa dilakukan tindakan, hingga berbuah efek jera nantinya.
(ary/matakalteng.com)















Discussion about this post