SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengevakuasi bayi dan indukan orangutan di lahan dan hutan yang sempat terbakar di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabuoaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Kemarin sore (Kamis, 3 Oktober 2019), sekitar pukul 16.00 wib, kami bekerjasama dengan tim WRU SKW (Wild Life Rescue Unit Seksi Konservasi Wilayah) II dan OF UK (Orangutan Fondation United Kingdom) melakukan evakuasi 2 orangutan dari wilayah lahan terbakar,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Jumat, 4 Oktober 2019.
Awalnya pihak BKSDA mendapatkan laporan dari warga yang menyatakan adanya orangutan yang berada dekat pemukiman warga. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya pun bergegas ke lokasi itu.
Sesampainya disana, diketahui jika bayi dan indukan orangutan itu berada di atas pohon karet milik warga. Evakuasi memakan waktu hingga 2,5 jam. Induk orangutan itu dalam kondisi sehat, sementara bayinya dalam keadaan kurus.
“Indukannya itu betina, umurnya sekitar 13 tahun. Sementara bayinya berjenis kelamin jantan, usianya baru 3 bulan. Mereka langsung dibawa ke kantor SKW II Pangkalanbun untuk diperiksa kesehatannya oleh tim dokter. Apabila sehat maka nantinya akan dilepasliarkan,” jelas Muriansyah.
Terhitung selama tahun 2019 ini, sudah ada 5 orangutan yang berhasil di evakuasi dari wilayah tersebut. Rinciannya, di awal bulan September lalu orangutan yang berhasil dievakuasi berjumlah 3 individu. Dan sekarang 2 individu orangutan.
(shb/matakalteng.com)















Discussion about this post