SAMPIT – Kondisi kemarau pananjg membuat sejumlah pemuda Kotim bergerak melawan asap. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat kabut asap pekat saban hari di Bumi Habaring Hurung, Kabupaten Kotawaringin Timur, kususnya Kota Sampit.
Pemuda Kotim yang tergabung dalam berbagai organisasi dan masyarakat, Jumat 20 September 2019, melaksanakan kegiatan seperti pembagain masker, brosur, dan penanda tanganan benner petisi masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga tempat yakni Taman Kota Sampit, Stadiun 29 November Sampit serta Ikon Patung Jelawat Sampit. Ketua Relawan Pemuda Kotim Melawan Asap, Kevin mengatakan agar pemerintah daerah dapat bertindak cepat dalam mengatasi karhutla.
“Besar harapan dari saya pribadi serta kawan-kawan dari berbagai organisasi maupun komunitas agar kejadian kabut asap yang tengah terjadi ini tidak terulang di masa yang akan datang,” kata Kevin.

Lanjutnya, ke depannya setelah kegiatan tersebut selesai, pihaknya memiliki rencana agar meminta pemerintah daerah dapat melakukan audit/pemeriksaan kembali kepada seluruh perusahaan sawit.
“Jika diperlukan, masyarakat juga dilibatkan untuk mengawasi perusahaan sawit yang ada tersebut. Kami hanya tidak ingin bahwa Kalimantan yang memiliki alam yang baik serta asri menjadi liar karena pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Kasihan anak cucu kita,” ungkapnya.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan masalah yang bisa di hadapi satu pihak. Namun perlunya juga peran pemuda dan masyarakat yang dalam mengatasi permasalahan ini. “Kami hanya ingin mengingatkan bahwa alam ini titipan Yang Maha Kuasa untuk kita jaga dan usahakan bersama,” pungkasnya.
(ary/matakalteng.com)















Discussion about this post