PANGKALAN BUN – Universitas Antakusuma (UNTAMA) sukses menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025-2026 di aula Sultan Alidin Sokma Alamsyah, Selasa 19 Mei 2026. Acara tersebut menjadi momentum bersejarah bagi 122 wisudawan yang resmi menyandang gelar sarjana.
Wakil Bupati (Kobar) Suyanto, menyampaikan menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tengah disrupsi teknologi. Suyanto mengingatkan para lulusan bahwa pengetahuan di era ledakan informasi saat ini tidak boleh lagi sekadar menjadi hafalan yang kaku.
Ia memperkenalkan konsep “Knowing Smart”, di mana pengetahuan harus dijadikan alat untuk memahami lingkungan melalui ruang digital yang berkembang sangat cepat. “Kita bergerak dari era tradisional menuju era modern yang digerakkan oleh teknologi pemikiran kritis dan Generative AI. Namun, teknologi hadir untuk melengkapi bukan menggantikan peran manusia,” ujarnya.
Menurutnya karakter, kreativitas dan soft skill merupakan “benteng utama” yang tidak akan bisa digantikan oleh mesin pencari atau kecerdasan buatan mana pun. Dalam pidatonya Wakil Bupati juga menyitir empat pilar pendidikan dari UNESCO sebagai kompas bagi para lulusan.
Learning to Know, Belajar untuk mengetahui dan memahami lingkungan secara cerdas. Learning to Do Melompat dari level teknis operasional menuju kompetensi profesional untuk menghasilkan karya nyata. Learning to Live Together kemampuan berkolaborasi dan membangun harmoni sosial di era globalisasi. Learning to Be menemukan jati diri yang utuh dengan keseimbangan antara intelektual, emosional dan spiritual.
Suyanto berharap lulusan UNTAMA tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pemberi kerja (entrepreneur). Di sisi lain Suyanto memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotawaringin Barat saat ini sudah berada di atas angka 76, menduduki peringkat kedua di Kalimantan Tengah setelah Kota Palangkaraya.
“Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah daerah menargetkan perwujudan Smart Governance dan digitalisasi tata kelola yang membutuhkan dukungan SDM unggul dari universitas lokal,” tutupnya.
(ga/matakalteng)






















Discussion about this post