PANGKALAN BUN – Desa Sukajaya, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini tengah mencoba mengembangkan sapi perah.
Tahap uji coba, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memberikan bantuan lima ekor sapi perah yang merupakan jenis sapi perah silang, asal Boyolali, Jawa Tengah. Mamalia bercorak hitam dan putih ini dipilih, karena jenis sapi tersebut sudah terbiasa dengan iklim yang ada di Indonesia. Sapi perah yang sudah disilangkan dengan sapi lokal sudah terbukti mampu beradaptasi dengan wilayah kita,” kata Kabid Perbibitan dan Produksi DPKH Kobar Risanti, Senin 6 Desember 2021.
Mengingat pangsa pasarnya masih terbuka lebar, pihaknya berharap pengembangan sapi perah di Desa Sukajaya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dan bila dalam perkembangannya nanti dapat berkembang, maka program tersebut akan dilanjutkan bukan hanya di Sukajaya tetapi di desa lainnya, dan salah satunya Kobar menjadi penghasil susu segar. Menurutnya, ke depan apabila pengelolaannya sapi perah di desa tersebut berjalan dengan baik, maka dirinya meyakini akan menjadi pilihan destinasi wisata. “Harapan jika berkembang bisa jadi wisata edukasi. Kalo pangsa pasarnya nggak masalah,” imbuhnya.

Disebutnya susu segar banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun digunakan untuk keperluan kesehatan. Salah satunya untuk mendukung penurunan kasus stunting di Kobar. Terpisah, Kepala Desa Sukajaya, Suwadi membenarkan pengelolaan sapi perah yang ada di desanya. Sapi tersebut bantuan dari Pemkab Kobar dan dikelola oleh kelompok ternak Karya Jaya. Pemdes setempat berkeinginan supaya kelompok ternak yang ada di desanya terus mendapat pembinaan dari dinas terkait, agar pengelolaan sapi perah bisa terus berkembang. “Kami ingin terus mendapatkan pembinaan, setelah dapat bantuan sapinya,” tandasnya.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post