PANGKALAN BUN – Ratusan mahasiswa Universitas Antakusuma (Untama) Pangkalan Bun, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kotawaringin Barat mendatangi Kantor DPRD Kobar guna menyampaikan sejumlah tuntutan menolak pengesahan RUU KPK, RKUHP dan sejumlah RUU yang dinilai kontroversial.
Mahasiswa menggelar aksi damai dengan melakukan longmarch dari kampus Untama Pangkalan Bun, di Jalan Islandar sekitar pukul 09.30 WIB menuju DPRD setempat dengan pengawalan ketat anggota kepolisian dan TNI.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan, yaitu yang pertama menolak RKUHP, ke dua menolak RUU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, ketiga menolak RUU KPK, serta menuntut penghapusan diskriminasi antar etnis, Penghapusan kesenjangan ekonomi dan perlindungan bagi perempuan.
Setelah melakukan orasi, sekitar 500 an mahasiswa tersebut ditemui oleh unsur pimpinan DPRD Kobar serta anggota DPRD Kobar. Dan selanjutnya perwakilan mahasiswa dipersilahkan untuk masuk ke ruang rapat DPRD Kobar untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung, sementara itu mahasiswa yang lain berkumpul dan kembali berorasi di halaman kantor DPRD setempat.
Koordinator Lapangan, aksi damai tersebut Panji Nugraha menyampaikan, aksi yang mereka lakukan adalah murni untuk kepentingan rakyat, dan aksi yang mereka lakukan murni dari mahasiswa sendiri dan tidak ada kepentingan apapun yang menunggangi aksi mereka.
“Kita tidak ada ditunggangi siapapun, dan ini murni karena revisi UU KPK yang sudah terlanjur disahkan DPR RI sangat mencederai rasa keadilan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, korlap aksi damai lainnya, Chandra Agus Suherman menegaskan bahwa hasil kesepakatan yang dituangkan dalam pernyataan bersama DPRD Kobar, tersebut harus ditindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke DPR RI.
Untuk itu pihaknya memberikan tenggat waktu selama satu Minggu ke depan, dan apabila hasil kesepakatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh DPRD Kobar, maka pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kita berikan waktu selama satu Minggu, kalau tidak diteruskan maka kami akan mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.com)
















Discussion about this post