KASONGAN – Penjabat (Pj) Bupati Katingan Sutoyo, meresmikan keberadaan Bangunan Pasar Tradisional Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Rabu 18 Desember 2024.
Turut hadir saat peresmian yakni sejumlah Kepala SOPD, Camat, unsur Forkompinda dan tamu undangan yang hadir. Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, pasar tradisonal Tumbang Samba mengalami musibah kebakaran. Dalam kejadian itu, api menghanguskan lima bangunan termasuk rumah jabatan Kapolsek Katingan Tengah dan Asrama Polisi. Sementara, terkait kejadian itu tidak ada korban jiwa.
“Dapat kita ketahui bersama, bahwa pentingnya keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu indikator utama kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Salah satuny pasar tradisional di Tumbang Samba Kecamatan Katingan ini. Saya berharap dengan dibangunnya Pasar Tradisional ini tentunya dapat menjadi rujukan dan pilihan utama bagi masyarkat yang akan membeli atau memenuhi kebutuhan sehari-hari,”jelas Pj Bupati Katingan Sutoyo.
Menurutnya, keberadaan pasar khususnya pasar tradisional merupakan salah satu indikator yang paling nyata untuk kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Dengan masih adanya pasar tradisional tentu dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di suatu daerah khususnya di wilayah Kecamatan Katingan Tengah ini.
Karena tujuan utama pembangunan pasar tradisional bagi masyarakat adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan menyediakan tempat bagi pelaku usaha kecil untuk menjual produk mereka, tentunya akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kemudian, pasar tradisional juga berperan dalam mendistribusikan kekayaan daerah secara lebih merata di antara berbagai lapisan masyarakat.
Pj Bupati Katingan menambahkan keberadaan pasar tradisional juga sebagai salah satu bagian yang ikut mempengaruhi perputaran roda perekonomian suatu daerah. Misalnya melalui pajak, retribusi sewa blok dan lapak pasar pungutan dari parkirnya dan lain-lain.
“Saya mengimbau kepada para pedagang untuk melakukan penataan barang dagangan dengan baik agar lorong pasar terbebas dari barang dagangan dan nyaman untuk berlalu lalang maupun hal lainnya,” pungkasnya.
(anr/matakalteng.com)





















Discussion about this post