SAMPIT – Sebanyak 21 Dewan Pengurus Komisarit (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti musyawarah daerah ke-6 yang diselenggarakan di Aquarius Boutique Hotel pada 19 Desember 2024.
“Acara ini dilaksanakan sesuai dengan AD ART PPNI yang mewajibkan setiap daerah untuk mengadakan musyawarah daerah sebagai forum tertinggi di tingkat kabupaten,”kata Ketua Panitia, Muhammad Alianur, Kamis 19 Desember 2024.
Menurutnya, musyawarah daerah ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi program kerja periode sebelumnya serta merumuskan program kerja untuk periode mendatang. Selain itu melalui musyawarah ini juga nantinya akan memilih dan menetapkan ketua DPD PPNI Kabupaten Kotim yang baru.
Adapun 21 DPK yang mengikuti musyawarah daerah ini diantaranya Ketapang 1, Ketapang 2, Baamang, Seranau, RSUD dr Murjani, Telawang, Tumbang Sangai, Samuda, Antang Kalang, Parenggean 1, RSP Samuda, Kuala Kuayan, Bagendang, Pundu, Pasir Putih, RS Parenggean, Bapinang, Tumbang Penyahuan, Cempaka Mulia, Kota Besi dan Parenggean 2.
“Melalui musyawarah ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa manfaat besar bagi profesi keperawatan di Kabupaten Kotim,”tegasnya.
Sementara itu Ketua DPW PPNI Kalteng Ady Praditha melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPW Kalteng Budi Pariyanto menyampaikan, musyawarah daerah bukan hanya sebatas kegiatan rutin dalam organisasi, tetapi juga sebuah momentum yang sarat makna.
“Yaitu di mana kita semua duduk bersama mengevaluasi apa yang telah kita capai dan merancang langkah-langkah strategis untuk masa depan. Keberhasilan organisasi bergantung pada komitmen dan ainergi semua pihak, karenanya saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum ini sebagai ruang dialog yang produktif, penuh semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme,”ucapnya.
Tambahnya, Salah satu agenda penting dalam Musda yaitu pemilihan pemimpin baru. Diharapkan pemimpin yang terpilih nantinya menjadi sosok yang visioner serta mampu membawa PPNI Kotim ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan inklusif akan menjadi pondasi bagi semua dalam menghadapi tantangan ke depan. Untuk itu dirinya berpesan agar memilih pemimpin yang berkomitmen, memiliki integritas, serta mampu merangkul dan membangun kekuatan organisasi secara bersama-sama.
“Saya yakin di tangan pimpinan yang tepat PPNI Kotim akan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya membela kepentingan profesi perawat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”tegasnya.
Dijelaskannya bahwa PPNI sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggotanya. Mengingat perawat adalah Garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.
“Melalui musyawarah ini saya berharap lahir program kerja yang inovatif dan solutif yang mampu menjawab kebutuhan anggota serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,”imbuhnya.
Meski tantangan yang dihadapi tidaklah ringan lanjutnya, namun dengan kebersamaan dan semangat gotong royong dirinya yakin semua mampu dilewati. Terutama ketika PPNI dianggap sebagai rumah bersama maka sudah seharusnya semua anggota merawat dan membangun rumah ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Terpisah, PJ Sekda Kabupaten Kotim Sanggul Lumban Gaol menyampaikan, Musda merupakan momentum yang strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan juga sebagai ruang untuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi tantangan di masa depan.
“Kemudian juga ada pemilihan pemimpin baru, sehingga saya mengajak seluruh peserta untuk menggunakan hak suara dengan bijaksana. Pilihlah Pemimpin yang memiliki integritas, visi besar dan kemampuan untuk membawa organisasi semakin maju, relevan dan berdampak bagi masyarakat,”ucapnya.
Menurutnya pemerintah daerah siap mendukung setiap langkah PPNI dalam mengembangkan kapasitas anggotanya. Karena diyakini melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan organisasi profesi dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih merata di seluruh wilayah Kotim.
“Saya juga mengingatkan Pentingnya menjaga semangat solidaritas di dalam organisasi. Perbedaan pendapat hal yang wajar, namun mari kita jadikan Musda ini sebagai ajang untuk saling memahami, berbagai gagasan dan memperkuat persaudaraan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post