SAMPIT – Meski DPRD kabupaten Kotawaringin Timur sudah dilakukan tidak langsung terkait pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, namun keluhan masyarakat atas pelayanan yang diberikan masih saja berulang. Sehingga pimpinan DPRD merencanakan akan kembali memanggil pihak manajemen RSUD dr Murjani Sampit.
“Sbenarnya kita sesuai dengan kesepakatan dan rekomendasi pada rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu, khususnya untuk membijaki kurangnya perawat maupun tenaga kesehatan di RSUD Murjani Sampit, itu sudah mulai dijalankan,”ucapnya, Kamis 19 Desember 2024.
Namun lanjutnya, terkait keluhan masyarakat beberapa hari belakangan ini pihaknya masih belum mendapatkan informasi secara detail yang valid. Sehingga dirinya akan mencoba menghubungi direktur rumah sakit untuk mencari kejelasan terkait keluhan itu.
“Yerkait informasi yang berkembang beberapa waktu lalu kita akan coba dalamnya terlebih dahulu dan nanti kemungkinan kita akan memanggil kembali pihak rumah sakit untuk melakukan pembahasan terkait pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,”tegasnya.
Sebelumnya salah seorang keluarga pasien yaitu Nako menyampaikan keluhannya terhadap pelayanan rumah sakit lantaran dirinya yang saat itu membawa anaknya untuk berobat namun ditolak.
“Sangat kecewa sekali, ambil antrean tanggal 3 Desember 2024 lalu, dan mereka sendiri mengarahkan untuk kembali datang ke rumah sakit tanggal 17 Desember 2024, saat di rumah sakit tiba-tiba dibatalkan,” kata Nako.
Menurut Nako kedatangannya ke rumah sakit untuk cek up ke poli Gigi, mengantar anaknya ke poli tersebut dengan rela meninggalkan pekerjaannya dan izin sekolah anaknya.
“Malah disuruh besoknya datang lagi, apa anak harus izin sekolah lagi, sementara mereka benar saja pelayanan sampai siang, tapi administrasi di depan jam 11.00 WIB sudah tutup dan tidak melayani lagi,” ucapnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post