PALANGKA RAYA – Sebanyak 280 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kalimantan Tengah resmi menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar) gelombang IV tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi ASN sebelum menjalankan tugas di instansi masing-masing.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalteng, Nunu Andriani, mengatakan pelatihan berlangsung selama kurang lebih 74 hari dengan metode blended learning.
“Hari ini penutupan pelatihan dasar CPNS gelombang keempat tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Tengah. Ada 280 orang yang mengikuti pelatihan kurang lebih 74 hari, dimulai sejak 13 Februari 2026 secara virtual dengan metode blended learning,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, metode tersebut menggabungkan pembelajaran mandiri, pembelajaran jarak jauh, serta aktualisasi di tempat kerja masing-masing selama sekitar 30 hari. Selain itu, peserta juga mengikuti pembelajaran klasikal selama tiga hari di BPSDM Kalteng untuk mempertanggungjawabkan hasil aktualisasi.
“Artinya ada pembelajaran mandiri, pembelajaran jarak jauh, kemudian habituasi atau aktualisasi di tempat kerja kurang lebih 30 hari, dan klasikal selama 3 hari untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah diaktualisasikan,” jelasnya.
Dari total peserta, sebanyak 77 orang berasal dari Kabupaten Pulang Pisau dan 203 orang dari Kabupaten Barito Selatan. Nunu menyebut, pelaksanaan Latsar dilakukan secara bertahap per gelombang dengan melibatkan berbagai kabupaten/kota.
Ia menambahkan, masih terdapat dua gelombang Latsar CPNS yang akan dilaksanakan tahun ini, termasuk peserta dari kalangan dosen perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. “CPNS tahun ini totalnya sekitar 1.664 orang. Masih ada dua gelombang lagi, termasuk dari CPNS dosen di perguruan tinggi, khususnya di UPR,” katanya.
Menurutnya, Latsar merupakan syarat wajib yang harus diikuti CPNS sebelum diangkat menjadi PNS penuh. Pelatihan ini difokuskan pada pembentukan integritas, kejujuran, semangat kerja, nasionalisme, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, mereka mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN berakhlak, memiliki wawasan kebangsaan, jiwa bela negara, serta menjadi ASN yang profesional dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait penempatan, peserta berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten masing-masing, mulai dari dinas teknis seperti pertanian, perikanan, pekerjaan umum, hingga kecamatan. “Bidangnya beragam, sesuai formasi saat penerimaan CPNS. Jadi semua disiplin ilmu ada,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post