PALANGKA RAYA – Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menekankan pentingnya pelestarian budaya dan adat istiadat Dayak. Agustiar menyebutkan sebagai orang Dayak sudah sepatutnya menjaga dan melestarikan akar budaya.
“Adat dan budaya bukanlah sekadar warisan leluhur yang dilestarikan untuk dipamerkan, namun sebuah kekayaan tak ternilai yang menjadi ciri khas setiap generasi,” sebut Agustiar, Selasa, 12 November 2024.
Agustiar Sabran dengan penuh semangat mendorong generasi muda untuk aktif terlibat dalam merawat warisan luhur ini, sebagai garda terdepan yang menjaga agar gemerlapnya tradisi tidak redup oleh badai perubahan zaman.
Beberapa waktu lalu, Agustiar menyempatkan diri menghadiri Upacara Tiwah Massal. Upacara Tiwah sendiri merupakan sebuah ritual sakral yang diwariskan dari nenek moyang, menjadi momentum penting bagi masyarakat Dayak khususnya yang beragama Hindu Kaharingan. Maknanya yang mendalam tidak hanya mengenang leluhur yang berpulang, namun juga menjalin kebersamaan dan kekuatan kolektif dalam mempertahankan nilai-nilai kultural.
Melalui acara ini, generasi muda diajak untuk semakin mencintai dan menghargai budaya lokal, serta berperan aktif dalam menjaga keaslian adat istiadat yang menjadi identitas bangsa.
“Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, generasi muda memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan adat dan budaya,” tegas Agustiar.
Ia menekankan, keberagaman merupakan kekayaan, dan melalui keikutsertaan aktif dalam kegiatan adat seperti Tiwah Massal, mereka turut serta merajut benang warisan leluhur menjadi ciri yang terus berkibar dalam gelombang modernisasi.
“Dengan langkah tegap dan kepedulian yang tulus, kita semua dapat bersama-sama melestarikan kearifan lokal, sembari melangkah mantap ke arah masa depan yang penuh harapan,” pungkasnya.
(Vi/matakalteng)






















Discussion about this post