PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo pimpin Rapat Strategi Percepatan Vaksinasi Provinsi (Prov) Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis 17 Juni 2021.
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo dalam arahannya menyampaikan Rapat ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Kalteng tanggal 3 Juni 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kalteng.
“Rapat koordinasi ini sebagai tindak lanjut dari petunjuk dan arahan gubernur terkait pelaksanaan percepatan vaksinasi di Kalteng. Sebagai gambaran bahwa kita menyadari koordinasi ini diharapkan hingga akhir Agustus bisa mencapai 70 persen,” ujar Edy Pratowo.
Lebih lanjut Edy menyampaikan bahwa dirinya optimis dengan kerjasama dan gerakan massif antar semua pihak capaian target vaksinasi akan segera terpenuhi. Ia juga menyebutkan bahwa tujuan dari vaksinasi ini adalah untuk membentuk kekebalan komunitas, sehingga masyarakat tidak mudah terserang atau meringankan dampak dari virus corona.
Edy mengungkapkan, dalam rangka strategi percepatan vaksinasi gubernur telah menginstruksi agar sebagai model pelaksanaan, vaksinasi akan diadakan di Kota Palangka Raya terlebih dahulu. Lebih penting lagi ditegaskan oleh Edy adanya keterlibatan para stakeholder dan pemangku kepentingan dalam menyukseskan program ini.
“Terkait, Strategi Percepatan Vaksinasi, Bapak Gubernur menginstruksikan sebagai model pelaksanaan, kita akan melakukan dimulai Kota Palangka Raya terlebih dahulu. Setelah dilaksanakan di kota Palangka Raya, program ini nantinya akan kita berlakukan di seluruh Kalteng. Pak Gubernur berharap kita bisa mendahului DKI, karena DKI diminta juga oleh Presiden untuk dapat mengejar percepatan vaksinasi untuk masyarakat. Kita berharap dari jumlah penduduk Kalteng yang hampir 2,6 juta jiwa, paling tidak 1,8 juta jiwa sampai akhir Agustus ini dapat tercapai,” terang Edy.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul dalam laporannya menyampaikan strategi Percepatan Vaksinasi di Prov. Kalteng melibatkan Dinas Pendidikan untuk mobilisasi sasaran Wali Kelas, melibatkan perguruan tinggi untuk mobilisasi sasaran mahasiswa yang berusia 18 tahun keatas ( menunjukkan kartu vaksinasi sebagai persyaratan mengikuti perkuliahan, melibatkan dinas sosial melalui PKH untuk mobilisasi sasaran penerima bantuan sosial.
Selain itu melibatkan Samsat / Bapenda untuk perpanjangan SIM/STNK menunjukan kartu vaksinasi, melibatkan Dinas Perhubungan, pelaku perjalanan darat, laut, dan udara wajib menunjukan kartu vaksinasi selain swab antigen, melibatkan Lurah/kepala desa/ camat untuk menyiapkan tempat vaksinasi (kantor lurah, kantor camat), melibatkan RT-RW mobilisasi warganya untuk mendatangi sentra vaksinasi terdekat serta melibatkan tokoh agama untuk memobilisasi jamaahnya.
“Strategi lainnya yakni pertama, memperbanyak pusat-pusat vaksinasi selain rumah sakit, puskesmas dan klinik seperti di Mall, hotel, cafe, rumah makan, Perkantoran Pemerintah dan swasta, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat umum (pasar, terminal, tempat wisata, sekolah, kampus perguruan tinggi), mobil vaksinasi / vaksinasi bergerak dan Drive thru. Kedua, sweaping berbasis RT. Ketiga, pemilihan waktu vaksinasi (pagi, siang, malam). Keempat, pemberian hadiah bagi peserta vaksinasi melalui undian. Terakhir, pemberian reward bagi vaksinator yang dapat mencapai target vaksinasi sampai 31 Oktober 2021,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyuti Syamsul mengatakan strategi percepatan vaksinasi Kalteng direkomendasikan dengan melaksanakan prinsip kolaborasi, proaktif, berkelanjutan dan masif.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post