KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melakukan pencanangan gerakan tanaman holtikultura, sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi. Ini tantangan besar dalam mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Gerakan ini untuk meningkatkan produksi pertanian sehingga pasokan komoditas pertanian terkendali, harga pangan menjadi stabil, dan menjadi upaya penanggulangan stunting,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Kamis, 7 November 2024.
Dia menuturkan, salah satu faktor mempengaruhi inflasi adalah fluktuasi harga bahan pangan. Namun dari pantauan yang dilakukan, harga komoditas bahan pangan seperti bawang, cabai dan lainnya relatif stabil dan tidak ada kenaikan harga, dengan ketersediaan terjaga.
“Meski harga kebutuhan pokok stabil, pemkab tetap melakukan intervensi, salah satunya yakni dengan gerakan pangan murah yang beberapa kali diadakan di berbagai desa/kelurahan,” tuturnya.
Melalui pencanangan gerakan itu, pemkab sudah melakukan penanaman bibit tanaman holtikultura di lahan kebun TP-PKK kabupaten setempat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat dengan baik tanaman yang sudah ditanam, sehingga dapat memberikan hasil positif kemudian hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni mengakui, pihaknya menyediakan ribuan bibit tanaman holtikultura berupa cabai, terong, dan tomat. Bibit dibagikan kepada seluruh perangkat daerah, kantor kecamatan dan kelurahan serta TP-PKK kecamatan.
“Bibit untuk perangkat daerah yakni 2.360, terdiri dari bibit cabai 1.000, bibit tomat 660, dan bibit terong 700. Sedangkan bibit TP-PKK keseluruhan sebanyak 950, yaitu bibit cabai 700, bibit tomat 125, bibit terong 125,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post