KUALA KURUN – Dihentikannya operasional PT Agro Lestari Sentosa (ALS) tidak serta merta dilakukan begitu saja oleh Bupati Gunung Mas (Gumas). Sebelumnya telah dilakukan tiga kali rapat dengan manajemen perusahaan yang membahas terkait realisasi kebun plasma untuk masyarakat.
“Penghentian operasional perusahaan ini tidak langsung begitu saja. Sejak tahun 2019 lalu sudah dirapatkan dan perusahaan berjanji akan merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat. Namun sampai sekarang belum ada realisasi. Untuk itu, saya mengambil langkah tegas,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, Rabu 2 Maret 2022.
Dia mengatakan, pemkab sudah tiga kali melakukan rapat bersama manajemen perusahaan untuk merealisasikan kebun plasma yakni minimal 20 persen dari luas inti kebun yang sudah dibangun. Rapat pertama dilaksanakan di Jakarta pada 14 November 2019, lalu rapat kedua pada 8 Agustus 2020, serta rapat ketiga 23 Juni 2021 di kebun perusahaan.
“Tiga kali rapat yang dilakukan sebelumnya itu semua tertuang dalam berita acara rapat. Namun perusahaan ini masih belum memenuhi janjinya. Upaya menuntut PT ALS untuk membangun plasma bagi masyarakat sudah dilakukan dari awal. Jadi bukan hal yang baru,” tegasnya.
Puncaknya, ketika melakukan kunjungan ke perusahaan itu pada 25 Februari 2022 lalu, diambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh operasional truk angkutan Crude Palm Oil (CPO). Truk tidak diperkenankan keluar dari wilayah perusahaan, sampai mereka merealisasikan kebun plasma untuk masyarakat.
“Saya sudah perintahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memperkuat penjagaan di muara jalan, agar tidak ada truk perusahaan yang bisa keluar,” tuturnya. Dia menuturkan, PT ALS sudah mulai tanam sejak tahun 2005, dengan luas kebun sembilan ribu hektare lebih.
Lokasinya di tiga kecamatan, yakni Rungan, Rungan Barat, dan Manuhing. Dari luas lahan inti yang sudah panen itu, diminta 20 persen dibagi untuk plasma. “Tetapi kalau perusahaan mau membangun kebun baru untuk plasma, kemudian diserahkan kepada masyarakat, itu nanti akan dibicarakan lagi,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post