KUALA KURUN – Sejak Bulan Januari hingga 19 Februari 2020, tercatat ada 14 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaporkan 17 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Jumlah kasus DBD ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 lalu.
”Jumlah kasus DBD ini jauh mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 lalu. Medio Januari-Februari 2019, ada 70 kasus DBD yang dilaporkan ke kami,” ucap Kepala Dinkes Kabupaten Gumas Maria Efianti melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Yongki Dianto, Kamis 20 Februari 2020.
Untuk 14 kasus penyakit DBD pada tahun 2020, kata dia, terdiri dari 13 kasus yang terjadi pada Januari, dan hingga pertengahan bulan Februari ini ada satu kasus yang dilaporkan ke Dinkes.
”Yang paling banyak melaporkan kasus DBD di bulan Januari, yakni Puskesmas Tumbang Talaken tujuh kasus, Puskesmas Tampang Tumbang Anjir tiga kasus, Puskesmas Kurun dua kasus, dan Puskesmas Tewang Pajangan satu kasus. Kemudian Bulan Februari, satu kasus di Puskesmas Kurun,” ujarnya.
Dia mengatakan, mengingat banyaknya kasus penyakit DBD yang ditemukan di Kelurahan Tumbang Talaken, maka dari pihak dinkes dan puskesmas langsung melakukan fogging, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta pembagian bubuk abate.
”Kami bersama pihak puskesmas disana juga sudah memberikan pendidikan dan pengetahuan kesehatan terkait pencegahan penyakit DBD, dengan turun langsung ke lapangan untuk menyambangi masyarakat,” tutur Yongki yang didampingi Pengelola Program DBD Abdi Saputra.
Dia menuturkan, mayoritas yang terkena penyakit DBD di Bulan Januari berusia 5-14 tahun atau masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni sebanyak tujuh orang, usia 15-44 tahun empat orang, dan usia diatas 44 tahun dua orang. Sedangkan satu kasus pada Bulan Februari berusia diatas 44 tahun.
”Penurunan kasus DBD ini karena kesadaran masyarakat terkait perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah meningkat,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post