BUNTOK – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. Dinas ini merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) baru yang terbentuk berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2004 sebagai hasil pemekaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Barsel Salafuddin, S.IP,. MAP menerangkan, bahwa saat ini Dinas Damkar dan Penyelamatan Barsel memiliki struktur organisasi tipe B yang terdiri dari Kepala Dinas, Sekretariat, serta tiga bidang utama lainnya. Adapun bidang itu yakni Bidang Pencegahan, Bidang Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran, serta Bidang Sarana dan Prasarana.
“Selain itu, struktur organisasi juga telah dilengkapi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD),” jelas Kadis Damkar, Minggu 8 Februari 2026. Meski secara struktur ujarnya,organisasi juga telah terpenuhi,namun untuk ketersediaan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama. Saat ini, jumlah personel dinilai cukup, namun Kompetensi dan keahlian Teknis masih perlu ditingkatkan melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi.
“Adapun untuk Fokus utama kami saat ini adalah peningkatan kualitas SDM, terutama melalui pelatihan di bidang pencegahan, penyelamatan, dan pemadaman kebakaran. Petugas harus memiliki keahlian dan sertifikasi agar pelaksanaan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP)”,ucap pria yang akrab di sapa Alap,ini.
Selain itu, Salafuddin juga menjelaskan,terkait tugas Damkar,tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga meliputi berbagai operasi penyelamatan, seperti evakuasi ular, tawon, dan kondisi darurat lainnya di masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dari petugas.
“Sementara dari sisi sarana dan prasarana, secara umum fasilitas pemadam kebakaran dinilai cukup memadai. Namun, beberapa armada, khususnya mobil pemadam, sudah berusia tua sehingga membutuhkan peremajaan kembali agar hal tersebut tidak menjadi kendala dalam penanganan musibah kebakaran yang tentunya butuh kesiapan dan kecepatan,” terangnya. Menurutnya juga,meskipun sarana yang ada masih dapat digunakan,akan tetapi efektivitas operasionalnyalah yang dinilai perlu ditingkatkan, terutama untuk menghadapi kondisi darurat berskala besar.
“Kedepan, Dinas Damkar Barsel juga merencanakan program pemetaan wilayah rawan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat yang mayoritas bangunannya berbahan kayu. Pemetaan ini akan disertai dengan penyediaan titik-titik sumber air, Pemetaan titik rawan dan sumber air sangat penting agar saat terjadi kebakaran, petugas bisa bergerak cepat dan kebakaran tidak meluas”,pungkasnya
(taufik/matakalteng)






















Discussion about this post