BUNTOK – Menanggapi polemik terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), oleh Perbasi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dituding menyalahi aturan.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Barsel Idariani menegaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat maupun undangan dari panitia Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perbasi Barsel pada 1 Maret 2023.
“Kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan resmi atau undangan akan ada dilaksanakan Muskab Perbasi Barsel,” tegasnya, Sabtu 6 Mei 2023.
Baik Perbasi kabupaten maupun provinsi tidak ada pemberitahuan kepada dirinya selaku pembina organisasi keolahragaan di tingkat kabupaten.
“Yang menyatakan saya memberikan arahan kepada mereka untuk melaksanakan Muskab berdasarkan surat Perbasi Kalteng tanggal 1 Februari 2023 itu hoax. Karena saya tidak pernah menerima surat tersebut, ketemu orangnya pun tidak pernah, sebelum tanggal 31 Maret 2023,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pertemuan dengan pihak yang menggelar Muskab yaitu pada 31 Maret 2023. Pertemuan itu karena mereka menghadap langsung ke sekretariat KONI Barsel.
“Pada tanggal itu baru lah mereka menghadap saya dan sekjen untuk meminta rekomendasi dari KONI. Saya sempat menanyakan apakah Muskab Perbasi tersebut ada permasalahan, dijawab tidak ada. Karena kami sama sekali tidak mengetahui perihal Muskab tersebut. Atas dasar itulah kami memberikan rekomendasi di tanggal 31 Maret 2023,” ucapnya.
Namun ia menambahkan, apabila Muskab tersebut dianggap tidak sah oleh Perbasi Kalteng, maka rekomendasi tersebut juga tidak berlaku. Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terbaru selain pada 31 Maret 2023.
“Seandainya yang direkomendasikan pada tanggal 31 Maret 2023 ini bermasalah, maka dalam arti kata Perbasi Barsel sampai dengan saat ini masih tidak ada kepengurusan,” pungkasnya.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post